Setelah perjuangan di tangga, kini aku harus menghadapi jalan panjang. Kulangkahkan kakiku dengan pasti, menapaki jalan trotoar, menyebrang jalan raya dan sedikit melewati emperan toko. Fatamorgana muncul dari ujung jalan sampai depan gang, bayang-bayang air yang membuatku menjadi berdahaga kering. Suhu berlebih menimbulkan keringat mengalir dari atas dahiku, kayak gelas yang isinya air es dengan airnya yang mengalir diluar gelas. Wuih... segernya. Pikirku pun terus berarah pada air yang menyegarkan. Emang lagi haus banget sih.
Panas terik siang ini seakan membakar kepala, sang mentari bersinar menyengat terasa tepat diatas kepalaku, sungguh kali ini Indonesia sedang mengalami musim panas yang panjang. Tampak dari tumbuhan dipinggir jalan telah layu dengan tanah kering. Efek global warming pun tak terhindarkan. Bumi yang malang.
Adduuuhhh...! Panas banget sih! Tas selempang yang aku pakai makin berat dan tambah berat, apalagi siang-siang gini kerasa banget lapernya ditambah waktu istirahat tanpa ke kantin pula. Kuusap dahiku hendak menghilangkan keringat. Perjalanan ke rumah tinggal beberapa meter lagi, tapi capeknya kerasa sudah melalui perjalanan berratus-ratus kilometer. Aku harus segera menyelesaikannya, udah nggak tahan lagi, harus cepet-cepet nyampe rumah.
Rabu, 11 Juli 2012
Sabtu, 07 Juli 2012
#1 Bab 01 part 01
”Oh, No!”
Jam sekolah telah usai pada pukul 13.45 tepat, dengan tanda bel yang nyaris menekakkan telinga. Saatnya menyudahi serentetan pelajaran yang sempat membuat pusing dan penat. Semua siswa bersiap untuk segera meninggalkan sekolah serta menuju rumah masing-masing dengan mengambil langkah yang berbeda, lagian besok juga bisa bertemu kembali kan.
Sudah satu semester aku menempati kelas XI IPA-3, yang letaknya di lantai dua, jadi sudah terbiasa naik turun tangga berkali-kali. Biasanya kalo lagi males banget, pas istirahat nggak pernah turun, ya turunnya pas pulang aja. Itung-itung menghemat energi buat turun tangga pas pulang. Aku pun musti rela istirahat tanpa ke kantin menahan lapar dan haus. Kelas ini emang tempatnya nggak strategis juga bikin keluar keringat banyak. Namun, tak jarang para siswa berjejal di tangga karena tangga yang satu ini menjadi akses utama antara lantai atas dan bawah.
Jam sekolah telah usai pada pukul 13.45 tepat, dengan tanda bel yang nyaris menekakkan telinga. Saatnya menyudahi serentetan pelajaran yang sempat membuat pusing dan penat. Semua siswa bersiap untuk segera meninggalkan sekolah serta menuju rumah masing-masing dengan mengambil langkah yang berbeda, lagian besok juga bisa bertemu kembali kan.
Sudah satu semester aku menempati kelas XI IPA-3, yang letaknya di lantai dua, jadi sudah terbiasa naik turun tangga berkali-kali. Biasanya kalo lagi males banget, pas istirahat nggak pernah turun, ya turunnya pas pulang aja. Itung-itung menghemat energi buat turun tangga pas pulang. Aku pun musti rela istirahat tanpa ke kantin menahan lapar dan haus. Kelas ini emang tempatnya nggak strategis juga bikin keluar keringat banyak. Namun, tak jarang para siswa berjejal di tangga karena tangga yang satu ini menjadi akses utama antara lantai atas dan bawah.
Langganan:
Postingan (Atom)