Minggu, 25 Agustus 2013

Inginku…

Setelah berbagai detik dilalui dengan beberapa kesibukan yang memicu, kini aku sedang berada di zona tenang. 9 Akhirnya, aku bisa merasakan kembali suasana ini: disaat libur kuliah, stuck di rumah mengerjakan project desain dan project menulis juga sesekali pergi-pergi sendiri entah sekedar ke perpustakaan atau sketching di suatu tempat. Meskipun hanya berkesempatan kurang dari satu minggu, aku akan memanfaatkannya dengan baik. 2 Gila aja, kegiatan kepanitiaan ospek menyita pikiranku dalam-dalam waktu lalu, tapi yang terpenting adalah pengalaman yang kudapat, bertambah deh point pengalaman yang sedang aku kumpulkan. Disitu aku mendapatkan banyak pelajaran yang jika diceritakan akan menghabiskan halaman buku ketujuh Harry Potter, bahkan lebih. Aku sudah mengorbankan waktu puasa da libur Lebaran demi kegiatan itu, jadi nggak bakalan nggak ada cerita dibaliknya, sungguh aku seperti mendapat penghargaan baru setelah menjalaninya. Saat pertama kali menghadapi para maba-maba labil, saat menjalin kerja sama dengan panitia lain, saat-saat menyeramkan juga menyenangkan ketika tinggal di aula kampus berhari-hari. Bukankah hal itu tak mungkin jika dilakukan di setiap hari, karena hanya waktu tertentulah kegiatan itu dapat dilakukan. Kalau membahasnya satu persatu nanti bakal out of topic dari judul.11

Senin, 08 Juli 2013

Oh Ramadhan

“…Duhai bulan yang mulia, oh Ramadhan, salam bagi bulan yang suci, bulan penghapus dosa…” Sepenggal lirik “Salam Ramdhan” dari Gita Gutawa terlintas dipendengaranku, menimbulkan suasana berbeda, suasanya yang bukan termasuk rutinitas hari biasa, melainkan rutinitas di bulan Ramadhan. Setelah hari kemarin sempat mengikuti sidang Itsbat yang sedang digelar, keputusan pun jatuh kalau tanggal 1 Ramadhan ditetapkan pada hari Rabu, 10 Juli 2013. Meskipun begitu sering kali terjadi perbedaan yang tentu tak bisa dihindari dari berbagai ormas-ormas Islam yang menentukan tanggal mereka sendiri. Maklum, inilah Indonesia, menghargai perbedaan.

Perbedaan memang selalu terjadi dalam hidup, terutama perbedaan yang terjadi di bulan Ramadhan tahun ini, iya, aku tidak melaksanakan puasa di rumah bersama keluarga, melainkan di kosan dan di kampus, berhubung pekan ujian belum berakhir dan aktivitas kepanitiaan yang baru aku ikuti menyita waktuku untuk tidak melaksanaka kebiasaan seperti tahun-tahun biasanya. Tahun ini adalah tahun kedua, aku tidak berpuasa pertama di rumah. Semoga tahun depan aku bisa melaksanakannya di rumah.

Walaupun Ramadhan tahun ini akan berbeda jauh dari biasanya, aku tetap berusaha untuk meningkatkan frekuensi ibadah tentunya, bulan yang berharga ini tak bisa dibiarkan berlalu begitu saja, karena didalamnya banyak terdapat pahala dan pengampunan. Menyesal, bila melaluinya hanya menjadi bulan yang hanya sekedar berpuasa wajib saja.

Akan banyak hal yang terlewat nantinya, seperti saat jualan takjil, masak bareng ibu tiap mau buka, buber-buber dengan berbagai kelompok teman dan banyak lagi, tapi nanti gantinya akan lebih meyenangkan sebab merupakan sesuatu yang baru. Semoga.